Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips agar Tidak Terjerat dan Menjadi Korban Pinjol

 Pinjaman Online memang bisa menjadi sebuah solusi ketika kita mengalami kebutuhan yang mendesak. Dengan proses yang sangat mudah, pencairan dana bisa dilakukan dengan cepat. Akan tetapi, kemudahan ini justru bisa membuat orang menjadi "Korban Pinjol".

Yap, tidak sedikit orang yang menjadi korban aplikasi Pinjol atau terlilit hutang di aplikasi Pinjol dan kesulitan untuk membayarnya. Menurut data dari jagoangadget.com, artikel "Cara Kabur dari Pinjaman Online Ilegal" merupakan salah satu artikel yang paling banyak dikunjungi.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai tips agar tidak menjadi korban Pinjol. 

Korban Pinjol

Penyebab Jadi Korban Pinjol

Sebelum membahas mengenai tips agar tidak terjerat lilitan hutang pinjol, kita akan membahas mengenai hal-hal yang menjadi penyebab orang terlilit hutang pinjol dan tidak bisa membayar.

1. Menggunakan Aplikasi Pinjol Ilegal

Kebanyakan, orang-orang yang bermasalah dengan hutang di aplikasi Pinjol adalah orang-orang yang menggunakan aplikasi Pinjol Ilegal. Memang, banyak aplikasi pinjol ilegal yang beredar dan menawarkan pinjaman mudah.

Seperti yang kita bahas ada "Ciri-ciri Aplikasi Pinjol Ilegal", Pinjaman Online tidak resmi menerapkan bunga lebih tinggi dari yang diperbolehkan OJK sesuai dengan aturan yang dibuat. Karena itulah, hampir seluruh pengguna Pinjol Ilegal akan kesulitan bahkan tidak sanggup membayar.

Denda keterlambatan yang diterapkan pada tagihan yang tidak dibayar tepat waktu juga sangat tinggi. Sehingga kalau sampai tidak membayar tagihan ketika jatuh tempo, nominal tagihan akan semakin membengkak. Apalagi, denda akan terus berjalan dan tidak ada batasnya.

2. Perhitungan yang Kurang Tepat

Karena terdesak, membuat orang terkadang gegabah dalam mengambil keputusan. Apalagi dengan kemudahan yang ditawarkan aplikasi Pinjol, terkadang orang tidak memperhitungkan mengenai tagihan yang harus dikembalikan beserta bunganya.

Hal ini juga yang bisa membuat seseorang terlilit dengan hutang Pinjol. Tanpa berpikir panjang, mereka mengajukan dan mengambil pinjaman online. Tidak memperhitungkan kemampuan mereka untuk mengembalikan hutang yang diambil. Sehingga ketika harus membayar tagihan hutang Pinjol, mereka pun kesulitan.

3. "Gali Lubang, Tutup Lubang"

Ketika orang kesulitan membayar hutang, terkadang mereka juga melakukan berbagai cara agar bisa melunasi hutang. Termasuk dengan membayar hutang dengan hutan atau dikenal dengan istilah "Gali Lubang, Tutup Lubang".

Hal ini mungkin bisa menyelesaikan masalah (hutang) sebelumnya. Namun, sebenarnya hal ini akan membawa masalah yang lebih besar.

Tips agar Tidak Jadi Korban Pinjol

Ada beberapa hal yang bisa jagoangadget.com sarankan jika Sobat Gadget mengalami kebutuhan mendesak dan memutuskan untuk menggunakan aplikasi Pinjaman Online. Tentunya hal ini bertujuan agar Sobat tidak menjadi korban dan terlilit hutang Pinjol.

1. Gunakan Aplikasi Pinjol Legal

Sangat disarankan untuk menggunakan Aplikasi Pinjol Legal yang resmi dan terdaftar OJK. Alasan pertama adalah penerapan bunga yang ringan dan sesuai aturan dari OJK, tidak seperti pengaihan aplikasi ilegal yang Pinjol Sebar Data.

Ketika peminjam aplikasi Pinjol Ilegal tidak bisa membayar, data mereka akan disebar dan mendapatkan berbagai ancaman. Sedangkan, hal tersebut adalah tindakan melanggar hukum dan dilarang oleh OJK.

Meskipun di aplikasi Pinjol Resmi kamu tidak akan mengalami hal tersebut ketika telat/kesulitan membayar tagihan, tapi kamu tetap harus melunasi tanggung jawab sebagai peminjam ya, Sob.

Untuk itu, kamu bisa cek di "13 Pinjaman Online Bunga Kecil OJK" untuk rekomendasi aplikasi pinjol terbaik.

Baca juga beberapa artikel yang mungkin akan bermanfaat berikut ini: 

2. Perhitungan yang Matang

Sebelum mengajukan perhitungkan dengan matang terlebih dahulu. Berapa pinjaman yang akan di ajukan, sesuaikan tagihan dan tenor dengan kesanggupan kalian, dan hal lainnya yang juga perlu diperhatikan sebelum mengajukan dan menerima pinjaman.

Ajukan nominal pinjaman sesuai dengan yang kamu butuhkan. Jangan mengajukan lebih dari yang dibutukan, sehingga nanti kamu tidak diberatkan dengan nominal tagihan yang lebih tinggi.

Tenor atau jangka waktu pinjaman juga harus disesuaikan. Pilih jangka waktu sesuai dengan kemampuan. Jangan terlalu lama juga, karena bunga tentu akan lebih besar.

3. Hindari Tawaran Pinjol via SMS atau WA

Pernah dapat tawaran pinjaman online melalui SMS atau chat Whatsapp? Penawaran tersebut kebanyakan adalah dari aplikasi Pinjol Ilegal. Karena kesulitan untuk mempromosikan aplikasi melalui Google atau Playstore karena memang dilarang, pihak Pinjol Ilegal melakukan berbagai promosi termasuk melalui SMS atau Chat.

Kalau Sobat dapat tawaran seperti ini, lebih baik hiraukan saja meskipun sedang butuh. Karena tentunya Pinjol Ilegal sangat berpotensi untuk merugikan kalian.

Tidak hanya itu, penawaran Pinjol via SMS atau WA juga bisa jadi modus penipuan online loh. Cek di "Modus Penipuan Pinjaman Online lewat WA dan SMS".

4. Jaga Data Diri

Banyak kasus terjadinya orang ditagih Pinjol, padahal mereka tidak pernah merasa meminjam di aplikasi tersebut. Kemungkinan besar, hal ini disebabkan oleh praktek penyalahgunaan data dan informasi pribadi.

Jangan mudah memberikan informasi pribadi (KTP) kepada aplikasi yang belum jelas ataupun orang lain. Hal ini bertujuan agar terhindar dari praktek penyalahgunaan data.

Akhir Kata

Memang, kebanyakan orang terlilit hutang karena aplikasi Pinjol Ilegal. Bunga dan denda yang tinggi memang sengaja diterapkan oleh Lintah Darat Online untuk merugikan orang lain. Karena itu, kunci untuk terhindar jeratan Pinjol adalah dengan memilih aplikasi Pinjol yang tepat yakni yang resmi dan legal.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan orang juga akan kesulitan membayar hutang di aplikasi Pinjol Legal. Penyebabnya adalah perhitungan yang kurang matang sehingga melakukan Gali Lubang Tutup Lubang dan terjerat dalam hutang online.

Posting Komentar untuk "Tips agar Tidak Terjerat dan Menjadi Korban Pinjol"