Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

5 Penggunaan Teknologi VR dan AR dalam Kehidupan di Era Digital

 VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality) sudah bukan hal baru lagi bagi kita. Teknologi ini sudah banyak diterapkan di berbagai kegiatan dalam kehidupan kita. Memang, inovasi teknologi visual ini memiliki banyak manfaat untuk memudahkan kita melakukan aktivitas tertentu.

Kendati demikian, penggunaannya masih belum merata pada semua bidang. Bahkan teknologi ini masih asing bagi sebagian kalangan masyarakat. Namun teknologi VR dan AR ini mampu membawa kita kepada kemudahan dan kehidupan yang lebih canggih.

Perbedaan VR dan AR

Teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality merupakan 2 hal yang berbeda. VR merupakan sebuah teknologi yang membawa pengguna ke dalam sebuah dunia (maya) hasil rekayasa komputer. VR menggunakan alat semacam kaca mata untuk menampilkan visual dunia maya. Stick (remote) juga dibutuhkan pada penggunaan tertentu.

Penggunaan VR saat ini lebih banyak ditemukan di industri hiburan. Contohnya seperti game yang menggunakan teknologi VR untuk memberikan pengalaman bermain baru. Beberapa bidang lainnya juga menggunakan teknologi ini seperti medis dan juga pendidikan. 

Sedangan AR merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Pernah nonton film Avengers atau Iron Man? Ada beberapa scene di mana Tony Stark melakukan hal pada komputernya dengan menyentuh animasi di udara. Kurang lebih AR seperti itu, hanya saja memang tidak secanggih di film ya, Sob. AR biasanya digunakan untuk memvisualisasikan object, sehingga bisa memudahkan untuk kebutuhan presentasi ataupu pembelajaran.

Selengkapnya kamu bisa cek di Perbedaan VR dan AR

Contoh Penggunaan Teknologi VR dan AR

Sehubungan dengan semakin dikenal dan banyak digunakan, banyak platform jasa pembuatan konten dengan teknologi visual ini. smarteye.id menjadi salah satu platform lokal yang menawarkan pembuatan Virtual Reality Indonesia dan juga Augmented Reality.

Hampir semua bidang bisa terbantu dengan kehadiran teknologi visual ini. Berikut 10 contoh penggunaan VR dan AR pada berbagai industri mulai dari entertainment, medis, pendidikan, hingga ritel.

Contoh Penggunaan VR dan AR

1. Pelatihan yang Lebih Praktis dan Efisien

Sebuah perusahaan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas pekerjanya. Tentu pelatihan membutuhkan biaya untuk simulasi menggunakan benda nyata. Apalagi ada resiko kecelakaan yang mungkin bisa terjadi pada industri kontruksi dan manufaktur.

Dengan teknologi VR dan AR, pelatihan bisa menggunakan simulasi digital. Sehingga biaya pengadaan pelatihan bisa lebih ditekan, objek nyata tidak dibutuhkan. Dengan simulasi digital, resiko terjadinya kecelakaan juga bisa diminimalisir, bahkan hingga 0%.

2. Kebutuhan Praktikum

Di dunia pendidikan, kegiatan praktikum sering kali dilakukan dengan tujuan memperdalam pemahaman peserta didik terhadap sebuah pembahasan. Kegiatan ini bahkan bisa kita temui mulai jenjang pendidikan Sekolah Dasar.

Pernah nggak waktu SD kalian membedah kodok? Mencangkok tanaman? Itu baru jenjang Sekolah Dasar. Kegiatan praktikum pada jenjang yang lebih tinggi pastinya lebih rumit. Membutuhkan berbagai hal dan juga biaya yang lumayan.

Kegiatan praktikum sekolah bisa dilakukan dengan simulasi yang diciptakan dengan teknologi VR dan AR. Konten yang ada bisa dipakai berulang untuk kebutuhan praktikum, sehingga tidak membutuhkan objek praktikum baru untuk kegiatan selanjutnya.

3. Presentasi Produk & Konsep

Memaparkan sebuah gagasan atau ide bisa dilakukan dengan mudah menggunakan teknologi VR dan AR. Kamu hanya perlu membuat konten mengenai produk atau konsep yang kamu miliki dengan teknologi visual ini. Sehingga kamu bisa mempresentasikannya dengan mudah dan juga gamblang.

Jadi kamu tidak perlu repot-repot bikin prototipe atau contoh model konsep/produk yang kamu miliki untuk bisa menjelaskannya kepada orang lain.

4. Terapi Phobia

Ketakutan pada sebuah objek (benda,hewan,aktivitas) yang berlebihan dan tidak realistis merupakan sebuah gangguan psikis yang disebut dengan Fobia atau Phobia. Tidak ada obat untuk menyebuhkan penyakit ini. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk bisa sembuh dari Phobia adalah terapi.

Terapi ini membiasakan pasien kepada sebuah objek untuk menghilangkan rasa takut yang berlebihan terhadap objek tersebut. Teknologi VR dan AR bisa digunakan untuk memvisualisasikan objek untuk simulasi terapi pada pasien.

5. Kebutuhan Hiburan

Teknologi VR memberikan sebuah pengalaman baru pada produk industri entertainment. Beberapa film memberikan sebuah pengalaman nonton yang seru dan nyata dengan adanya VR. Begitu juga pada game terutama dengan genre FPS yang lebih seru dimainkan dengan VR.

Akhir Kata

Dari 5 contoh penggunaan teknologi visual ini, menjadi bukti bahwa Virtual Reality dan Augmented Reality Indonesia sudah mulai banyak digunakan di sekitar kita. Berbagai bidang bisa lebih mudah jika dipadukan dengan teknologi ini.

Sebagai manusia yang hidup di era digital, kita jangan mau ketinggalan ya, Sob. Meskipun belum ikut menggunakan teknologi VR ataupun AR, minimal kita bisa mengerti apa manfaat dan contoh penggunaan dari teknologi visual ini.

close