Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Semprot Kurir COD Lazada, Siap-siap di Banned

Kurir COD Lazada - Sistem COD menghadirkan kemudahan untuk kita bertransaksi Online. Saat tidak punya saldo untuk melakukan pembayaran, kita bisa pakai metode pembayaran COD untuk memesan barang di sebuah e-commerce.

Hampir semua e-commerce ternama kini menyediakan fitur metode pembayaran COD untuk memudahkan pengguna. Sehingga pengguna tetap bisa belanja online tanpa harus memiliki atau top up saldo terlebih dahulu.

Namun, di satu sisi fitur COD juga menjadi sebuah "momok" untuk kurir ekspedisi. Dan mungkin banyak yang belum tahu, bahwa penjual alias seller pun bisa menjadi korban pelanggan tolak bayar paket COD karena tetap harus membayar ongkir meski pesanan dibatalkan.

Banned akibat Semprot Kurir COD Lazada

Karena ketidaksesuaian pesanan, sering kali kurir yang menjadi pelampiasan pembeli (buyer). Bahkan, tidak jarang pembeli menolak membayar tagihan pesanan padahal paket sudah dibuka. Yang mana, seharusnya paket harus tetap dibayar jika sudah dibuka, untuk permasalahan komplain bisa dilakukan langsung pada penjual melakukan Aplikasi.

Tentu pihak yang paling dirugikan di sini adalah kurir, apalagi kalau sampai paket sudah dalam kondisi dibuka (tidak utuh lagi). Kurir harus menyetorkan tagihan ke perusahaan ekspedisi, karena paket dianggap sudah diterima dan dibayarkan.

Karena itu, pihak e-commerce pun mulai mengambil langkah untuk menghindari terjadinya hal ini. Mulai dari mengedukasi pembeli, hingga mengambil tindakan tegas untuk pengguna yang menyalahi prosedur COD.

Dikutip dari beberapa media, Lazada sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia menyatakan tidak segan untuk memblokir akun pengguna yang melanggar prosedur sistem COD.

Kurir COD Lazada

Vice President Logistics Lazada Indonesia Michael Roosevelt menyebutkan bahwa kurir adalah ujung tombak perusahaan mereka. Karena itu pula Lazada Logistics menyebut merasa lebih tepat menyebut mereka sebagai frontliner.

"Dilihat dari tren belanja online sekarang itu banyak orang yang pakai COD (cash on delivery). Tapi kami mau melindungi frontliner kami. Semua frontliner kita diberikan pengenalan training in regular basis, kami bekali dan jelaskan proses-proses yang harus mereka ketahui seperti apa," ujarnya dalam wawancara virtual bersama beberapa media, Rabu (3/11)

Dijelaskannya, setiap kurir Lazada Logistics tahu hak dan kewajiban mereka seperti apa. Jadi ketika ada pembeli yang marah-marah, mereka sudah tahu harus bertindak seperti apa.

"Setiap kali ada laporan atau issue dengan pembeli tertentu, itu sebenarnya dari kami bisa lock pembelinya, supaya mereka tidak bisa menggunakan pilihan COD lagi," kata Mike, sapaan akrabnya.

Tak hanya berupaya memberikan perlindungan, Lazada Logistics juga mengadakan banyak program untuk kesejahteraan dan pemberdayaan kurir mereka.

Program-program tersebut antara lain memberikan akses vaksinasi serta perlindungan asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan kepada mitra kurir, bekerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk memberikan kemudahan dan fasilitas tambahan bagi, memberikan berbagai pelatihan, hingga kepemilikan kendaraan.

Saat ini, Lazada Logistics memiliki lebih dari 15.000 kurir yang siap mengantarkan paket pelanggan. Dalam sehari, mereka bisa mengirimkan 100-150 paket.

Langkah yang Benar untuk Paket COD yang Tidak Sesuai

Jika menerima barang yang tidak sesuai dengan pesanan, kita bisa memanfaatkan fitur-fitur yang sudah ada untuk melakukan komplain langsung kepada penjual. Bukan kepada kurir yang tentu tidak tahu-menahu mengenai isi barang dalam paket.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sangat disarankan untuk merekam atau membuat video saat membuka paket COD. Nantinya, video ini bisa menjadi bukti kuat bagi pembeli jika ada masalah pada pesanan.

Pada sebuah Aplikasi e-commerce status pesanan kita akan terus diperbaruhi hingga barang tiba. Setelah barang tiba, biasanya ada notifikasi yang menanyakan apakah ada masalah dengan pesanan. Jika memang ada masalah, kita bisa ajukan komplain pada fitur tersebut.

Kita juga bisa langsung chat penjual melalui aplikasi e-commerce untuk menyampaikan perihal ketidaksesuaian barang yang dipesan.

Jika memang tidak ada respon baik dari penjual, kita bisa mengajukan pengembalian dana dan pembatalan pesanan. Tentu dengan melampirkan bukti yang kuat, yakni video unboxing paket.

Jangan lupa untuk memberikan ulasan mengenai pesanan dan pelayanan dari seller pada produk di aplikasi e-commerce.

Posting Komentar untuk "Semprot Kurir COD Lazada, Siap-siap di Banned"