Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

THR Tidak Cukup? Tips Mengajukan Pinjol Langsung Cair Modal KTP saat Lebaran

 Pinjol memang sudah menjadi solusi keuangan untuk kebanyakan orang. Karena memang Pinjaman Online mudah, hanya modal KTP saja sudah bisa mengajukan pinjaman. Bahkan, rata - rata pengajuan pinjaman di Aplikasi pinjol prosesnya sangat cepat, hanya hitungan menit saja bisa langsung cair ke rekening.

Di saat menjelang lebaran, kebutuhan memang biasanya lebih banyak. Untuk biaya mudik, beli baju baru, atau mungkin hanya sekedar transfer uang ke kampung. Terkadang memang uang THR atau bonus yang kita dapatkan saat hari raya tidak cukup. Pinjaman Online Langsung Cair KTP menjadi solusinya.

Pinjaman Online Langsung Cair KTP saat Lebaran

Tips Mengajukan Pinjaman Online saat Lebaran

Tapi ada beberapa hal yang perlu Sobat perhatikan sebelum mengajukan pinjaman. Berikut tips untuk Sobat yang ingin mengajukan pinjaman di Pinjaman Online Langsung Cair KTP.

1. Ajukan di Pinjol Resmi

Untuk Sobat yang belum tahu, selain ada aplikasi pinjaman online yang resmi atau legal, ada juga pinjaman online ilegal. Maksudnya aplikasi jasa keuangan (fintech) yang beroperasi tanpa memiliki izin. Dan tentunya pinjaman yang mereka tawarkan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dari OJK.

Mulai dari bunganya yang tinggi, denda keterlambatanya pun juga tidak masuk akal, dan mungkin jika Sobat pernah mendengar teror tagihan pinjol, itu adalah aplikasi - aplikasi pinjol ilegal. Cara penagihan Pinjol ilegal memang kasar dan lebih cenderung ke meneror.

Nah, maka dari itu disarankan jika memang Sobat ingin mengajukan pinjaman, lebih baik di aplikasi pinjaman online yang resmi. Nah, untuk Sobat yang belum tahu mana saja Pinjol yang legal, mungkin Sobat bisa baca artikel : "Ajukan pinjaman di Pinjol Resmi"

2. Tentukan Jumlah Pinjaman

Usahakan mengajukan pinjaman dengan nominal yang sesuai Sobat butuhkan, kalau bisa seminimal mungkin. Biasanya, karena pikiran "mumpung bisa pinjam", nominal yang diajukan melebihi yang dibutuhkan. Hal ini bisa membuat kita kesulitan untuk melunasi hutang kedepannya, karena setiap rupiah yang kita terima tentu dikenakan bunga.

3. Perkirakan Kemampuan Melunasi

Selain menyesuaikan pinjaman dengan kebutuhan, kita juga harus memperkirakan apakah kita sanggup untuk melunasi hutang beserta bunganya tepat waktu.

Hal ini sangat penting, banyak orang yang tidak sanggup membayar dan akhirnya "dikejar - kejar" hutang, karena mereka meminjam tanpa memikirkan cara atau kemampuan mereka melunasi hutang tersebut.

Jadi lebih baik kita meminjam sesuai kemampuan kita, meskipun tidak cukup untuk menutupi kebutuhan, ya minimal bisa membantu sedikit. Atau lebih baik kebutuhan kita sesuaikan agar kita tidak perlu melakukan pinjaman.

4. Perhatikan Tenor Pinjaman

Yang Sobat perlu perhatikan saat mengajukan pinjaman online menjelang lebaran adalah tenor. Apalagi jika Sobat seorang wirausahawan. Karena, selama lebaran merupakan hari yang kurang efektif daripada biasanya. Hal ini tentu mempengaruhi pendapatan.

Ambil pinjaman dengan tenor yang cukup, agar Sobat bisa mengumpulkan uang untuk melunasi pinjaman yang Sobat dapatkan.

Lebih Baik Tidak "Minjol" untuk Lebaran

Meskipun kami memberikan tips untuk mengajukan Pinjaman Online Langsung Cair KTP menjelang lebaran, tapi lebih disarankan untuk tidak mengajukan Pinjaman Online terutama untuk kebutuhan lebaran. Kenapa?

Ada beberapa Alasan Kenapa Jangan Pinjam di Aplikasi Pinjol. Yang pertama, karena bunga pinjaman online bisa dibilang relatif besar. Memang mungkin banyak pinjaman lain yang bunganya lebih besar.

Tapi, karena Pinjol lebih mudah prosesnya, hanya modal KTP bisa langsung cair ke rekeing, tanpa jaminan ataupun survey terlebih dahulu, membuat banyak orang yang menyepelekan. Mengajukan pinjaman tanpa tahu bagaimana mengembalikannya. Dan akhirnya terlilit hutang dan bingung mencari Cara Kabur dari Pinjaman Online.

Maka dari itu, agar lebih baik kita tidak meminjam di Pinjaman Online untuk kebutuhan Lebaran. Lagipula kebutuhan - kebutuhan lebaran bukanlah kebutuhan primer atau utama, yang masih bisa kita tunda.