Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cari Disini

Alasan Kenapa VTube Scam dan Jangan Gabung!!! #Opini

 Hallo Sobat Gadget, belakangan ini aplikasi VTube sepertinya menjadi semakin viral. Memang aplikasi ini menjanjikan sebuah bisnis yang sepertinya "menjanjikan", sehingga membuat banyak orang tertarik untuk ikut.

Kita sudah membahas tentang VTube di beberapa artikel sebelumnya, bisa cek di label VTube. Aplikasi ini memang sangat kontroversial, ada yang mendukung dan tidak sedikit juga dengan bisnis yang ditawarkan VTube.

Nah, kali ini Jagoan Gadget akan memberikan sebuah opini tentang VTube ini. Menurut kami, bisnis ini akan scam dan disarankan untuk tidak mengikuti bisnis VTube ini.

Oh iya, artikel ini merupakan opini dari Jagoan Gadget berdasarkan fakta dan data yang ada. Tidak ada maksud untuk menjelek - jelekan VTube, kecuali memang karena fakta dan data yang ada. Untuk Sobat VTuber yang ingin membantah atau mengoreksi opini kami, kolom komentar terbuka lebar untuk kalian.

Alasan Kenapa VTube Scam dan Jangan Gabung

Alasan Kenapa VTube Scam dan Jangan Gabung

1. Terindikasi Skema Ponzi

Alasan utama kami menyarankan Sobat untuk tidak bergabung di VTube adalah adanya indikasi bahwa bisnis ini Skema Ponzi. Buat Sobat yang belum tahu bisa cek di Apa itu Skema Ponzi? Singkatnya, Skema Ponzi adalah sebuah investasi yang membayarkan keuntungan kepada seorang investor, dengan uang investor lain. Dimana pada umumnya sebuah investasi bisnsi membayarkan keuntungan dari hasil usaha yang dilakukan.

VTube tidak membayar member

"Nonton iklan dibayar dengan Dollar" mungkin itu kalimat yang sering kita dengan dari orang yang mempromosikan VTube. Faktanya, setelah menonton iklan yang dimaksud, member diberikan VP atau View Point. Hal ini tidak bisa disebut "Dibayar", karena VTube memberikan point yang tidak ada nilainya.

Mungkin Sobat VTube akan membantah statment kami bahwa VP tidak ada nilainya. Memang, VP bisa dijual, dengan begitu member bisa mendapatkan uang dari hasil penjualan VP. Perlu digarisbawahi, uang dari hasil menjual VP, bukan dibayar oleh VTube. Apakah VP bisa digunakan untuk transaksi? Apa VP bisa langsung dicairkan menjadi rupiah tanpa dijual?

Banyak member VTube yang menyamakan VP dengan e-wallet seperti OVO, Dana, Gopay, dan sejenisnya. VP dengan semua e-wallet tidak sama. VP tidak memiliki nilai, selain claim dari VTube sendiri 1VP = $1. E-wallet merupakan uang elektronik, bisa digunakan untuk pembayaran ataupun langsung ditarik, tanpa dijual.

Jadi inilah salah satu alasan mengapa VTube terindikasi skema ponzi dan ditidak membayar membernya, melainkan uang yang didapat dari member lain yang membeli VP untuk fastrak. "Pengiklan juga butuh VP untuk pasang iklan", benar ada yang pasang iklan di VTube? Kita bahas di poin berikutnya.

Apakah Benar VTube Benar Menghasilkan Uang? Jawabannya, VTube hanya memberikan VP pada membernya, dan member harus menjualnya untuk mendapatkan uang.

VTube bukan investasi?

Ketika seorang member ingin mendapatkan "penghasilan" yang lebih besar, VTube menawarkan paket - paket yang bisa dibeli dengan VP untuk meningkatkan perolehan VP itu sendiri, para member VTube menyebutnya dengan istilah Fast Track.

Bagaimana jika VP tidak cukup untuk membeli paket tersebut? Member bisa membeli VP dari member lain dengan uang. Nah, disinilah investasi terjadi. Mungkin ada yang belum paham tentang pengertian investasi, singkatnya, investasi adalah penanaman aset atau dana (modal) untuk mendapatkan imbal balik yang lebih besar di masa depan. Apa VTube bukan investasi? Bukan ranah OJK? Hmm...

2. Legalitas VTube yang Masih Belun Jelas

Mungkin karena memang aplikasi ini memiliki sistem bisnis yang terindikasi skema ponzi, VTube disebut Investasi Bodong dan masuk daftar entitas yang dihentikan oleh OJK. Jadi, sampai saat ini VTube masih bisnis ilegal. Situs resminya pun sampai detik ini masih belum bisa diakses, dikarenakan diblokir oleh Kominfo.

Sempat juga terdengar dari Sobat VTube bahwa VTube masih memproses legalitasnya. Ya, selama belum ada informasi dari instansi terkait seperti OJK dan Kominfo yang menyatakan VTube legal, atau menghapus VTube dari daftar entitas yang dihentikan dan situs resminya dibuka, kami tetap tidak menyarankan untuk gabung VTube karena masih ilegal.

3. Kurang Kredibel

VTube dan para membernya mengklaim bahwa mereka adalah perusahaan digital advertising, perusahaan Big Data, dan bahkan akan merajai internet. Nama aplikasi ini di Playstore adalah "VTube -Indonesian Short Video Sharings".

OTP menggunakan Bot Telegram

OTP atau One Time Password merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memperkuat autentikasi log in selain menggunakan username / id dan password. Biasanya OTP ini menggunakan layanan SMS dan tentunya ada biaya untuk menyewa SMS Gateway.

OTP log in VTube menggunkan Bot Telegram gratis. Apakah perusahaan digital advertising yang akan merajai internet ini tidak mau keluar modal untuk sewa SMS gateway?

Embed Video dari Youtube

"Indonesia Short Video Sharing" tapi menggunakan embed video dari platfrom Youtube. Sobat bisa lihat di tampilan utama atau beranda VTube, 99% adalah video dari Youtube, yang bukan hanya iklan.

VTube Perusahaan Big Data?

Salah satu contoh perusahaan Big Data dan advertising alias periklanan adalah Google. Google memiliki banyak produk seperti Google Chrome, Gmail, Google Maps, Youtube, dan lainnya. Hampir semua orang menggunakan layanan dari Google ini.

Google memiliki data dari penggunanya dari riwayat browsing di Chrome, riwayat perjalanan, dan sebagainya. Jadi Google tahu yang mungkin menjadi minat seseorang. Dari hal ini, Google menawarkan jasa advertising yang iklannya tertarget untuk mendapatkan konversi iklan yang tinggi.

Misal, seorang pengguna sering mencari (browsing) tentang mobil, hal ini akan tersimpan di Google Chrome. Saat pengguna browsing menggunakan Google Chrome ataupun nonton video di Youtube, maka iklan - iklan yang akan tampil adalah tentang mobil. 

Bagaimana dengan VTube? Data apa yang dimiliki VTube? Nomer HP pengguna dan NIK saja?

Dari hal - hal ini, menurut kami VTube perlu dipertanyakan kredibilitasnya jika mengaku sebagai Perusahaan Big Data dan Sosial Advertising.

4. Pengiklan dan Revenue VTube Tidak Jelas

Saat awal munculnya, di pertengahan tahun 2020, banyak iklan produk dari brand ternama seperti KFC, Mc Donald's, BMW, dan sebagainya. Namun ada pernyataan resmi dari KFC yang disampaikan melalui halaman resmi Facebooknya, bahwa mereka tidak pernah memasang iklan di VTube. Netizen juga sempat menanyakan melalui akun sosial media resmi beberapa brand tersebut, apakah benar mereka memasang iklan di VTube dan semua menjawab tidak.

Sekarang bisa Sobat lihat, iklan yang tampil di VTube adalah iklan - iklan yang mungkin dari perorangan. Sama sekali tidak ada brand ternama atau perusahan besar yang produknya terlihat diiklankan di VTube.

Nah, kembali ke poin pertama, VTube ini terindikasi skema ponzi dan mungkin akan scam. Jasa advertising mendapatkan penghasilan dari biaya pemasangan iklan, Apakah pemasukan VTube bisa membayar member - membernya yang katanya ada 13 juta lebih? 0,3 VP x 13.000.000 = 3.900.000 VP per harinya harus dikeluarkan VTube untuk membayar membernya. Belum lagi ada member yang membeli paket bintang dan mendapatkan hingga 300 VP perharinya.

5. Fast Track VTube 

Apa itu Fast Track? Fast Track adalah cara yang ditawarkan VTube untuk membernya agar bisa mendapatkan poin lebih banyak per harinya. Member bisa membeli paket yang harganya 10 hingga 10.000 VP atau setara dengan Rp. 140.000.000.

Selain untuk membayar biaya pemasangan iklan di VTube, VP juga digunakan untuk membeli paket tersebut. Nah, jika semua member sudah memiliki semua paket dan tidak membutuhkan VP lagi, maka kemungkinan VTube akan scam dan VP tidak ada lagi yang membeli.

"Masih ada pemasang iklan yang butuh VP", apakah kebutuhan VP bisa melebihi yang didapat member? Apa jumlah pemasang iklan lebih dari 13 juta (jumlah member VTube)? Dan lagi VP juga tidak bisa dicairkan langsung lewat VTube.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, kami menyimpulkan kemungkinan besar bisnis "Nonton Iklan Dibayar Dollar" yang scam dan lebih baik jika tidak bergabung.

Coba Sobat pikirkan kembali. Jika Sobat berhasil mengumpulkan VP dan menjual kepada orang yang ingin melakukan fast track, orang tersebut harus menjualnya kembali agar VP yang didapatnya bisa menjadi uang, dan seterusnya akan berulang seperti itu sampai tidak ada yang membutuhkan VP lagi. Bukankah ini hanya "oper - operan duit" sesama member saja?

Sekali lagi, semua pembahasan di atas berdasarkan fakta yang ada. Tidak ada niat untuk menjelek - jelekan atau membenci VTube. Jika Sobat VTuber tidak setuju dengan opini dari Jagoan Gadget bisa menulis kolom komentar yang sangat terbuka lebar.

Masih mau join dengan VTube? Silahkan, tidak ada yang berhak melarang Anda.

1 komentar untuk "Alasan Kenapa VTube Scam dan Jangan Gabung!!! #Opini"