VTube Dinyatakan Investasi Bodong!!! 7 Fakta Kebohongan VTube

 Munculnya aplikasi VTube menjadi sebuah kontroversi. VTube menawarkan sebuah penghasilan dengan hanya menonton video. Apakah benar bisa dapat uang dari VTube? Bisa dibilang benar, karena memang banyak member VTube yang sudah mendapatkan uang dari bisnis VTube ini. Tapi ada kejanggalan pada sistem bisnis VTube, bahkan VTube sempat dinyatakan sebagai investasi bodong dan situs resminya pun masih diblokir oleh Kominfo.

Berikut fakta - fakta mengenai kejanggalan sistem pada bisnis VTube

1. Nonton Iklan VTube Dibayar

Faktanya, member hanya diberi poin yang disebut VP. Poin ini memang bisa dijadikan uang dengan cara dijual.

Kepada siapa VP dijual? VP digunakan untuk apa?

VP diperjual-belikan di sebuah situs sendiri, yang artinya diluar dan tidak terintegrasi dengan aplikasi VTube. VP ini dibeli oleh member VTube lainnya, yang digunakan untuk membeli paket atau level keanggotaan untuk membuat penghasilan VP lebih besar saat menyelesaikan misi (nonton iklan).

Dengan sistem seperti ini, sebenarnya VTube tidak mengeluarkan uang atau membayar membernya melainkan member mendapatkan uang dari hasil penjualan VP kepada member lain. Hal ini membuat VTube seperti skema ponzi, yang membayar investor dengan uang investor lain, bukan dari keuntungan perusahaan.

Seandainya semua member VTube tidak membeli paket dan tidak ada yang membutuhkan VP. Bagaimana cara mencairkan VP yang didapat member? Jawabannya tentu saja VP tersebut tidak akan bisa menjadi uang.

Jadi perputaran uang yang berputar di "bisnis" VTube ini adalah uang - uang dari para member VTube itu sendiri.

2. Voucher Belanja VTube untuk Apa?

Setiap kali member check in pada aplikasi akan mendapatkan voucher belanja. Voucher ini katanya bisa digunakan di beberapa e-commerce untuk belanja. Faktanya sampai saat ini voucher belanja VTube tidak bisa digunakan untuk apapun.

3. VTube Bukan MLM ataupun Money Game

VTube bukan MLM? Faktanya member harus mencari member lain untuk mendapatkan VP lebih banyak. Member baru juga tidak bisa membuat akun bisnis tanpa kode refferal dari member lain. Yang berarti harus ada upline dan downline pada sistem member VTube.

VTube bukan money game? Faktanya para member mendapatkan uang dari member lain. VTube sama sekali tidak mengeluarkan uang untuk membayar membernya.

4. Legalitas VTube

Kelegalitasan merupakan hal yang sering ditanyakan pada aplikasi VTube ini. Situs resmi VTube diblokir kominfo dan masuknya dalam dalam daftar entitas yang dihentikan OJK, membuat perusahaan ini menjadi ilegal. Bahkan kantor dari perusahaan ini pun tidak jelas dimana keberadaannya.

Ada kabar bahwa kantor VTube berada di Jakarta, tepatnya di Kinanti Building. Faktanya saat ini tidak ada kantor dari VTube di tempat tersebut. Dari informasi yang didapat, memang VTube pernah menyewa tempat tersebut untuk kantor virtual.

5. VTube Tidak Ada di App Store untuk Perangkat iPhone

App Store merupakan toko aplikasi terbesar milik Apple. Untuk menjadi pengembang aplikasi di App Store cukup sulit dan ketat. Mungkin yang menjadi alasan tidak adanya VTube di App Store adalah masih belum jelasnya legalitas dari VTube.

6. Banyak Perusahaan Besar yang Beriklan di VTube

Faktanya banyak perusahaan besar yang tidak beriklan di VTube, namun iklan produk dari perusahaan tersebut tayang di aplikasi VTube. Salah satu perusahaan yang sudah membuat klarifikasi adalah KFC. Pada halaman resmi Facebooknya, KFC mengatakan bahwa tidak pernah bekerja sama dengan VTube.

Klarifikasi KFC mengenai VTube

Meskipun belum membuat pernyataan resmi, beberapa produk dari perusahaan besar seperti McD, Granier dan lainnya juga menyangkal adanya kerja sama dengan VTube saat ditanya melalui halaman resmi sosial medianya. Lalu dari siapa iklan tersebut? Apa VTube asal comot aja?

7. VTube Merupakan Perusahaan Big Data

VTube diklaim sebagai perusahaan Big Data dan memiliki 9 juta member. Faktanya VTube hanya memiliki data dari pengguna / membernya. Bahkan ada beberapa member yang mengaku memiliki hingga 20 akun, jadi tidak semua data member valid. Apalagi data yang diperlukan untuk daftar hanya NIK.

Tidak seperti Google yang memiliki data penggunanya mulai dari jenis kelamin, umur hingga minat dan hobi. Data yang didapat bisa dikatakan valid, karena data diambil dari cache dan riwayat browser Google pengguna. Hal ini membuat beriklan di Google lebih terpercaya dan menghasilkan. Konversi iklan dari Google pastinya lebih tinggi dan valid.

Revenue VTube tidak jelas berasal dari mana. Perusahaan yang pasang iklan? Banyak perusahaan yang menyangkal bahwa mereka bekerja sama dengan VTube, seperti yang sudah dijelaskan pada point ke 6. Sehingga VTube membayar membernya dengan VP.

Jika saya memiliki produk atau jasa yang harus dipromosikan, tentunya saya akan berfikir berkali - kali untuk memasang iklan di VTube. Saya harus mengeluarkan biaya untuk mengiklankan produk saya ditonton oleh orang - orang yang tugasnya nonton iklan? 

Kesimpulan

Bisnis VTube merupakan skema ponzi dan ilegal. Dari poin - poin di atas sudah jelas bagaimana sistem dan cara kerja VTube, member mendapatkan uang dari member lainnya. Jagoan Gadget tidak menyarankan untuk berinvestasi pada bisnis ini.

Artikel ini dibuat berdasarkan pengamatan dan analisa dari data - data yang kami dapat. Jika ada pendapat yang berbeda bisa tulis di kolom komentar. Kami sangat menerima kritik dan saran jika ada kesalahan data pada artikel ini. Terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "VTube Dinyatakan Investasi Bodong!!! 7 Fakta Kebohongan VTube"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel