Mengenal istilah Brick Android

Setiap pengguna smartphone yang ingin melakukan Root pada perangkatnya pasti mengenal istilah brick. Istilah tersebut adalah istilah yang digunakan untuk memberi nama pada konsisi smartphone yang sudah tidak dapat digunakan lagi. Brick tersebut umunya terjadi ketika proses root yang kuranga baik ataupun salah. Pada dasarnya istilah phone brick ini masih dapat dibagi lagi menjadi dua kategori berbeda. Namun sepertinya kebanyakan orang Indonesia salah mengerti tentang brick ini, mereka menganggap  bahwa setiap kerusakan yang terjadi dalam proses root adalah bricking. Seperti namanya, brick  pada Android merujuk pada kondisi dimana perangkat Android tidak mau membaca data data penting dalam system operasi, sehingga perangkat tersebut tidak dapat menyala. Pada dasarnya brick dapat dikageroikan menjadi dua jenis, yaitu soft brick maupun hard brick.

Mengenal istilah Brick Android

Soft Brick

Soft brick adalah jenis kerusakan yang terjadi pada Android dimana ketika perangkat tersebut dinyalakan, maka yang menyala hanya tombol powernya saja, namun hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena biasanya perangkat smartphone yang terkena soft brick akan mendapati perangkatnya terjebak dalam sebuah bootloop

Mengenal istilah Brick Android

Secara  umum, penyebab dari soft brick ini adalah kesalahan dalam proses Flashing ROM. Contoh dari kesalahan yang paling umum terjadi adalah tidak terhapusnya data / cache, hal tersebut mengakibatkan ketidak cocokan antara virtual machine milik Android dengan aplikasi yang terpasang. Terlbeih lagi,  melakukan flashing pada ROM yang tidak didesain untuk perangkat tersebut dapat mengakibatkan kernel menjadi rusak dan mengakibatkan bootlup . Soft brick jenis ini termasuk soft brick yang masih ringan, dalam artian masih dapat dibenahi dengan melakukan beberapa cara

Hard Brick

Jenis phone brick yang kedua ini adalah brick yang dapat dipastikan akan membuat Anda membeli perangkat baru. Bagaimana tidak pada jenis brick ini smartphone seakan akan sudah tidak memiliki daya sama sekali bahkan ketika Anda menekan tombol power dalam waktu yang cukup lama. Ketika sebuah smartphone terkena hard brick,  maka perangkatnya akan menjadi perangkat yang tidak dapat digunakan apapun, mungin karena alasan itu juga iistilah brick ini giunakan, yaitu sebuah kondisi dimana smartphone seakan akan telah menjadi batu bata yang tidak dapat diapa apakan kecuali dilempar. 

Mengenal istilah Brick Android

Penyebab dari brick jenis ini biasanya karena kesalahan fatal yang jterjadi ketika  ada kesalahan dalam proses flashing ROM seperti menarik kabel yang salah. Ada juga kasus dimana smartphone dalam kondisi baterai dibawah 75% ketika proses flashing, sehingga mengakibatkan perangkat smartphone menjadi rusak. Cara memperbaiki brick jenis ini cukup sulit yaitu dengan menambahkan peralatan khusus. Tapi kebanyakan orang telah menganggap game over ketika smartphonenya terkena hard brick.

Artikel diatas adalah ulasan sederhana tentang dua hal yang harus diketahui dalam dunia gadget yaitu brick. Semoga dengan adanya pengetahuan tentang brick ini Anda dapat membedakan mana brick yang berbahaya (hard) dan mana yang tidak,.

Sumber gambar: wondershare, scopriinformatika