Kupas Tuntas Bloatware Pada Android

Bagi Anda yang menggunakan Android, maka tentu pernah mendengar istilah Bloatware. Sebenarnya istilah tersebut tidak terbatas hanya bagi pengguna Android saja, namun juga iOS dan perangkat berbasis sistem operasi lainnya. Sejarah istilah bloatware ini sebenarnya dapat ditarik jauh sebelum adanya sistem operasi Android. Artikel ini akan membahas mengenai bloatware pada Android sehingga nantinya akan menambah pengetahuan Anda terhadap perangkat smartphone yang biasa Anda gunakan. 

Kupas Tuntas Bloatware Pada Android

Dari namanya, tentu Anda sudah mengetahui ke arah mana bloatware ini tertuju, secara istilah bloatware berarti software yang tergolong tidak berguna entah karena memakan banyak memori ataupun tempat pada media penyimpanan. Singkatnya adalah aplikasi sampah yang memiliki banyak sisi negatif dibanding dengan kegunaannya. Saat ini bloatware pada Android sering dikatikan dengan aplikasi bawaan ketika Anda baru pertama kali membeli perangkat tersebut, tidak salah memang, namun perlu diingat bahwa fokus dari istilah bloatware ini adalah apakah aplikasi tersebut memakan tempat di media penyimpanan dengan jumlah besar atau tidak, jika iya apakah aplikasi tersebut benar benar memiliki kegunaan atau tidak. Kedua hal tersebut adalah parameter utama dalam menentukan apakah suatu aplikasi tergolong dalam bloatware ataupun software biasa.

Kupas Tuntas Bloatware Pada Android

Jika kita menggunakan istilah bloatware yang saat ini umum digunakan pada perangkat Android, maka tentu saja akan sangat banyak aplikasi yang termasuk ke dalam kategori tersebut. Mungkin Anda bertanya jika bloatware tergolong aplikasi yang tidak memiliki fungsi, mengapa kebanyakan dari perangkat smartphone yang ada saat ini memiliki hal tersebut? Bukankah sebaiknya dihilangkan saja agar meningkatkan performa smartphone tersebut? Memang secara sederhana dan logika pantas, hal tersebut merupakan pernyataan yang tepat, sayangnya tidak sesederhana itu. Proses manufaktur smartphone melibatkan banyak pihak sponsor, operator seluler contohnya. Pihak sponsor itulah  yang nantinya menjadi alasan mengapa aplikasi bawaan tertentu harus terpasang pada sebuah perangkat smartphone baru.

Lalu muncul pertanyaan baru, apakah bloatware tersebut berbahaya bagi smartphone Anda? Jawabannya tentu saja tidak. Bloatware pada dasarnya hanyalah sebuah aplikasi yang memakan tempat pada media penyimpanan Anda, namun tidak memiliki fungsi yang signifikan, karena itulah aplikasi tersebut disebut sebagai bloatware atau aplikasi yang membuat “kembung”.  Semakin banyak bloatware yang terpasang maka akan semakin sesak juga media penyimpanan smartphone Anda, karena itulah bloatware ini harus dibasmi secepat mungkin.

Kupas Tuntas Bloatware Pada Android

Bloatware paling banyak muncul pada Smartphone China, Anda pasti sudah tau mengapa. Bloatware ini dapat dihilangkan dengan melakukan proses uninstall secara manual. Sayangnya ada beberapa bloatware yang menyamar sebagai data sistem, sehingga tidak dapat diuninstall secara biasa, Anda memerlukan akses root pada smartphone untuk dapat menghapus file tersebut. 

Sumber gambar: biglittlegeek, techandus