Facebook Jalin Kerjasama Untuk Membasmi Hoax

Media sosial bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi media sosial bermanfaat untuk memudahkan penggunanya agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain walau terpisah jarak yang jauh ataupun sekedar berbagi dengan teman mengenai apa yang tengah terjadi di seluruh bagian dunia. Di sisi yang lain, penggunaan media sosial juga sarat dengan hal negatif, seperti cyber bullying, berita berita hoax atau bahkan penipuan. Facebook sebagai salah satu raksasa media sosial mengerti akan betapa pentingnya keabsahan informasi yang tersebar di media sosial. Hanya dalam hitungan menit saja bisa jadi suatu informasi yang kurang tepat kebenarannya atau hoax menyebar dan menimbulkan masalah yang lebih besar.  Karena itulah baru baru ini facebook mengumumkan bahwa mereka telah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak ketiga untuk membasmi konten hoax.

Facebook Jalin Kerjasama Untuk Membasmi Hoax

Beberapa pihak ketiga yang menjalin kerjasama dengan facebook adalah Snopes, Factcheck.org, Politifact, ABC News, dan AP. Mereka bersama dengan facebook akan berusaha untuk menjamin bahwa setiap konten yang berada di facebook adalah konten yang sudah terbukti kebenarannya. Kedepannya pihak facebook sendiri ingin melindungi penggunanya dari berita palsu yang disebar pihak tidak bertanggung jawab dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan keuntungan tertentu.

Facebook Jalin Kerjasama Untuk Membasmi Hoax

Untuk menghapus konten hoax tersebut, facebook akan mengikuti prosedur yang mematuhi aturan dari Poynte’s International Fact-Checking Network. Ketika mereka menemukan suatu konten yang dirasa hoax dan berhasil membuktikannya, maka mereka akan memberitahu pihak facebook melalui situs yang dibuat secara eksklusif dengan menyertakan bukti yang mampu membongkar kebohongan yang ada di dalam konten tersebut. Setelah itu facebook akan melakukan tindak lanjut dengan memberi label “Disputed by one of more [fact checker]” atau “Telah dibantah oleh [pencari fakta]” tentu saja dengan menyertakan link yang mampu mendukung bantahan tersebut. Lebih lanjut lagi, setiap link yang telah diberi label seperti itu tidak akan mampu menjadi ads / iklan.

Mark Zuckenberg sendiri secara eksklusif memberi pendapatnya mengenai usaha facebook dalam menghapus hoax:

“Facebook adalah suatu platform yang beda dari yang lain. Awalnya kami menganggap facebook sebagai sebuah perusahaan teknologi, namun ternyata facebook memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada itu, yaitu tanggung jawab kepada konten yang ada di dalamnya. Memang benar bahwa kami tidak menulis berita yang Anda baca atau bagikan, tetapi kami sadar bahwa kami lebih dari itu. Kami memiliki tanggung jawab sebagai sebuah media untuk menciptakan suasana pembicaraan yang sehat, serta membangun tempat dimana orang orang dapat mengambil infromasi secara tepat ”

Facebook Jalin Kerjasama Untuk Membasmi Hoax

Pernyataan mark tersebut semakin memberi penekanan bahwa facebook benar benar mengecam kegiatan menyebarkan berita hoax demi meraup keuntungan tertentu. Mari kita lihat bersama apakah usaha facebook ini akan mampu menekan beredarnya informasi hoax di beranda kita.

Sumber gambar: techcrunch